Menulis ? Siapa Takut !!

By : Ipmawan Ridho

Aku bertanya kepada salah seorang temanku, “Kenapa kamu ndak coba nulis artikel ?” dia menjawab, “ahh… aku masih merasa kurang ilmu !”

Itulah sekilas percakapan yang aku alami beberapa waktu lalu dengan salah seorang temanku.

Menulis—well, mendengar kata-kata itu akan terdengar sebagai suatu kiasan kegiatan orang-orang elit, pintar, berotak cemerlang, dan yang terpenting terkesan ‘pengangguran’. Namun pernahkah kita bertanya pada di sendiri, “kenapa aku tidak mau menulis ?”

Menulis, adalah hal mudah. Bagaimana mungkin ? coba renungkan ini, Kalau murid tidak mengerjakan PR, lalu dihukum gurunya dengan perintah untuk menulis kalimat “saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan saya” pada bukunya sebanyak 10 lembar, bukankah itu juga sebuah tulisan ? tulisan yang nantinya ketika sang murid selesai menulisnya bisa di baca oleh banyak orang dan mungkin mempunyai makna. Terlepas dari ikatan makna positif maupun negatif dari tulisan tadi.

Kalau menulis hal sepele seperti itu saja bisa dilakukan oleh siswa SD yang tidak mengerjakan PR, lalu mengapa kita tidak bisa menulis yang lebih dari itu ? atau mungkin kita ingin disamakan dengan siswa SD, dengan menulis hal serupa, namun dengan jumlah lembaran yang lebih tebal, 20 lembar !? tidak malukah kita pada siswa SD ?

Sebuah kiasan sederhana menggambarkan mengapa seseorang itu mau menulis, dan tidak mau menulis. Bukan berarti tidak bisa, tapi hanya persoalan mau atau tidak mau. Baiklah, begini kiasannya :

“kita, adalah perumpamaan sebuah gelas kosong yang tidak berisi apapun. Lalu perlahan, seiring perkembangan terisikan oleh air yang mulai memenuhi seluruh ruang di dalam gelas tadi. Hingga pada titik tertentu, air dengan sendirinya akan tumpah membasahi daerah luar sekitar gelas. Semakin terus menerus air tumpah dari gelas, maka semakin luas genangan air yang membasahi daerah sekitar gelas tadi.”

Nah, tahukah teman-teman apa maksud perumpamaan di atas ?

Begini penjelasannya, kalau diri kita ini di umpamakan sebagai gelas yang kosong tadi, itu merupakan gambaran diri kita ketika kita ‘kering’ ilmunya. Maksudnya kita tidak memiliki pengetahuan tentang apapun. Sehingga untuk ‘membasahi’ (membekali) diri kita saja, kita masih kesulitan. Berbeda dengan perumpamaan yang kedua, ketika kita sudah ‘penuh’, maka secara otomatis akan mampu menghasilkan karya yang berbobot. Sehingga lebihan-lebihan ilmu tadi mampu bermanfaat bagi di sekeliling kita.

Jadi, tulisan kita adalah sedikit luberan ilmu pengetahuan kita. Baik untuk diri sendiri, maupun untuk orang lain. Semakin banyak air yang tumpah karena gelas yang penuh air, maka semakin banyak pula karya tulis yang kita hasilkan. Dan tentunya semakin banyak pulalah orang yang merasa ‘tercerahkan’  oleh tulisan-tulisan kita.

Well guys, do you get the point ?

Dan menulis pun masih tetap menjadi hal yang sangat mudah. Namun, kali ini dalam kemasan yang berbeda. Kita tidak lagi menulis sekelas siswa SD yang terpaksa karena di hukum gurunya, tapi kali ini kita menulis sebagai pembuktian bahwa diri kita telah ‘penuh’ akan ilmu, dan akan terus menerus seperti itu.

Dilihat dari sisi apapun, takkan ada sisi negatif seseorang yang menjadi penulis. Sebuah gambaran jelas yang menjadi lecutan untuk seorang penulis maupun calon penulis ialah, “seseorang pada akhirnya pasti ia akan mati, namun tulisannya akan selalu kekal abadi”.

Tuh kan, sampai sebegitu dahsyatnya orang yang mau menulis. Kalau kita pikir sejenak tentang kuotasi diatas adalah memang benar demikian. Coba teman-teman bayangkan, seorang Ibnu Sina—ilmuan & sastrawan Islam yang paling terkenal hingga saat ini, telah meninggal dunia ratusan tahun silam. Namun, hingga saat ini karya tulisnya masih terus jadi bahan pertimbangan dan bahan belajar ilmuan modern. Sungguh luar biasa bukan !?

So, tunggu apalagi teman. Masih punya alasan untuk tidak menulis ?

Satu pemikiran pada “Menulis ? Siapa Takut !!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s