Berdakwah Laksana Sebuah Kapal

Oleh: Saifuddin Zuhri
Kabid PIP IPM Kab.Mojokerto

“Perumpamaan orang yang menjaga dan menerapkan batas (peraturan) Allah adalah laksana kelompok penumpang kapal yang mengundi tempat duduk mereka.  Sebagian mereka mendapat tempat di bagian atas, dan sebagian lain di bagian bawah, jika mereka membutuhkan air, maka harus berjalan melewati bagian atas kapal.  Maka merekapun berujar, “bagaimana jika kami lobangi saja bagian bawah kapal ini (untuk mendapatkan air), toh hal itu tidak menyakiti orang yang berada di bagian atas.” Jika kalian biarkan mereka berbuat menuruti keinginan mereka itu, maka binasalah mereka, dan seluruh penumpang kapal itu. Tetapi jika kalian cegah mereka, maka selamatlah mereka dan seluruh penumpang yang lain.”  (HR  Bukhari)

La khaula wala quwwata illa billah, amma ba’du.

            Pembaca yang budiman, Ipmawan dan Ipmawati dimanapun berada dan semoga selalu dalam lindungan Allah. IPM (Ikatan Pelajar Muhamamdiyah) adalah gerakan dakwah di kalangan pelajar. Dakwah dalam rangka amar ma’ruf nahi munkar, mengajak kepada kebaikan (islam) dan mencegah kemunkaran adalah aktifitas utamanya. Tanpa dakwah maka sungguh tidak ada ruh IPM, ruh Muhamamdiyah dan Ruh Islam di dalam ikatan kita ini.

            Saat ini IPM telah melewati usianya yang ke 50, ibarat manusia maka usia-usia ini adalah usia yang telah memasuki kemapanan, kesempurnaan dan kedinamisan gerak dan langkah. Rentangan dakwah organisasi kita kini sudah tersebar di seluruh penjuru nusantara, dari berbagai level sekolah, level desa, level kecamatan, daerah bahkan propinsi. 

            Ipmawan dan ipmawati yang selalu dalam lindungan Allah, penulis senantiasa mengingatkan kepada diri sendiri dan ipmawan/i semuanya untuk selalu melakukan aktifitas dakwah amar ma’ruf nahi munkar, mengajak kebaikan (islam) kepada lingkungan-lingkungan terdekat kita, teman kita, sahabat-sahbat kita, keluarga kita dan masyarakat pada umumnya. Semoga tulisan ini juga menjadi ‘cambuk” bagi penulis meskipun kita pernah melakukan kesalahan, kehilafan dan kelalaian, “al-insanu makanul khoto’ wan nisyan” manusia itu sesungguhnya tempat salah dan lupa.

            Ipmawan dan ipmawati, sebagaimana hadis yang saya tuliskan diatas, kita dapat memahami bahwa dakwah adalah laksana sebuah bahtera kapal yang berlayar di lautan yang luas. Ada penumpang yang duduk dek diatas dan ada pula yang duduk dek bawah. Ketika penumpan yang ada di dek bawah memerlukan air untuk minum maka tidak ada cara lain untuk masuk ke dek atas, tetapi mereka mengatakan “bagaimana jika kita lubangi saja perahu ini  untuk mendapatkan air?”. Jika penumpang yang ada di dek atas tidak mencegah para penumpang di dek bawah untuk melubangi kapal, maka tentunya ini akan membahayakan semuanya. Inilah analogi yang di berikan oleh Rosulullah melalui hadist tersebut. Jikalau tidak ada yang mencegah kemungkaran terjadi maka kita semuanya pasti akan celaka. 

            Selain itu banyak juga perintah-perintah untuk mencegan kemunkaran, misalnya “man ro’a minkum munkaron, falyughoyyir biyadihi, fa illam yastat’ fabilisanihi, faillam yastati’ fabiqolbihi, falidzalika ad’aful iman” yang artinya barang siapa yang melihat kemunkaran, hendaklah ia merubah dengan tangannya, jiak tidak dapat, hendaklah ia merubah dengan lisannya, jika tidak bisa, hendaklah ia merubah dengan hatinya, maka itulah selemah-lemah iman.

            Jadi, dakwah adalah sebuah kewajiban kita, kewajiban ipmawan dan ipmawati semuanya. Koneskuensi jikalau kita melaksanakan perintah ini maka sungguh Allah telah menyediakan syurga yang luasnya sama dengan luas langit dan bumi, dan begitu pula jikalau kita tidak melaksanakan perintah ini maka sungguh juga Allah telah menyediakan neraka yang bahan bakarnya ialah api dan batu dan malaikat yang menjaganya kasar lagi kejam. Masihkan kita berdiam diri?  Wallahu ‘alam bis showab. (ipmawan zuhri_kabid-pip-ipm-mojokerto)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s