(Asy-Syabab Wa Taghyir) Pemuda dan Perubahan

Oleh: Saifuddin Zuhri (Kabid PIP IPM Mojokerto)

            Ipmawan dan ipmawati yang selalu dalam lindungan Allah, pasti kita bertanya-tanya, siapakah pemuda itu? Pemuda bukan anak bayi yang lucu, imut dan menggemaskan, pemuda bukan pula kakek-kakek yang sudah keriput, dan giginya ompong. Tapi pemuda adalah antara bayi (kecil) dan kakek-kakek atau nenek-nenek (tua). Dalam gambaran fikiran kita pasti sudah tergambar bahwa pemuda adalah sosok yang energik, kuat, dan siap menghadapi segala apapun tantangan yang menghadang.

Fakta Pemuda Saat ini

            Ironis, menyedihkan, itulah kata-kata yang layak kita ungkapkan untuk menggambarkan kondisi pemuda saat ini. Banyak sekali masalah-masalah yang berkaitan dengan pemuda. Diantaranya: Narkoba, Hedoneisme, Free Sex, Tawuran, Membebek budaya barat, dll. Alih-alih menjadi problem solver, pemuda saat ini malah di hadapkan kepada label problem maker yang tersemat kepadanya. Ya, pembuat masalah, dimanapun pasti pemudalah yang membuat masalah dan kerusakan.

Potensi Pemuda.

Pemuda sebagai agen perubahan (agent of change) seungguhnya memiliki posisi urgent dalam menentukan arah haluan kemajuan umma dan bangsa. Pemuda memiliki banyak sekali potensi, diantaranya;

  1. Idealisme yang tinggi.
  2. Kritis dan peka.
  3. Kematangan jasmani, akal dan perasaan.
  4. Intelektualis.
  5. Pemegang tongkat estafet perubahan.
  6. dll.

Maka dari itulah layak pemuda digolongkan sebagai subjek utama perubahan. Laksana seorang nahkoda yang akan memegang kendali kapal untuk menentukan arah kemana ummat dan bangsa ini.

Untuk melakukan perubahan masyarakat dan negara di tingkat lebih tinggi, maka pemuda juga harus  melakukan perubahan kepada diri sendiri, ibda’ bi nafsik.

Pemuda Islam Bangkitlah!

“Berikan aku 10 pemuda, maka sungguh akan aku rubah dunia” (Soekarno)

“Syubbanul yaum rijalul ghod” (kata bijak)

            Sebenarnya masih banyak lagi kata-kata yang menggambarkan keutamaan sosok pemuda. Awal mula agama Islam juga di dukung oleh para pemuda, diantarnya ialah Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Harits, Zubair bin Awwan dll. Penaklukkan Andalusia juga tidak lepas dari peran penting seorang pemuda yakni Thariq bin Ziyad, (yang kemudian namanya diabadikan menjadi nama selat yang mengubungkan benua eropa dan afrika yakni selat giblaltar), penaklukkan kota konstantinopel yang juga takluk oleh sosok pemuda yakni Sultan Muhammad Al-Fatih yang saat itu menjadi panglima perang dalam usia 17 Tahun. Kita juga ingat peristiwa pengusiran  penjajah Belanda di hotel Yamato Surabaya pada tahun 10 November 1945 oleh bung tomo dan arek-arek Suroboyo dangan semangat jihad dan pekikan takbir yang menggelora. Allahu Akbar.

Ipmawan/i, apa yang sejarah mencatat tentang pemuda sungguh berbanding terbalik dengan pemuda saat ini. Mau dikemanakan nasib pemuda saat ini? Pemuda Islam bangkitlah!.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s