Kesungguhan

Oleh: Saifuddin Zuhri (Kabid PIP IPM Mojokerto)

Galaksi kita, hanyalah satu diantara berjuta-juta bahkan bermiliar-miliar galaksi yang ada di jagad raya ini. Di dalam galaksi kita terdapat kurang lebih 200 miliar bintang yang bertebaran. Dan setiap bintang berjalan dengan kecepatan 65.000 km per detik. Diantara bintang-bintang itu terdapat yang lebih besar dari matahari yang jaraknya dari bumi itu adalah satu tahun cahaya/ 10.000 tahun. Subhanallah.

Tahukah kita, jantung adalah organ yang sangat vital dalam kehidupan manusia. Darah akan selalu dipompa keseluruh tubuh di alirkan melalui pembuluh darah-pembuluh darah yang akan tersebar di seluruh tubuh kita. Tanpa jantung darah tidak akan mengalir, tanpa jantung manusia akan mati. Jantung tidak pernah berhenti bekerja. Jika ada orang yang usianya 63 tahun, maka jantung itu pun tidak pernah berhenti bekerja memompa selama 63 tahun. Adakah pompa di dunia ini yang tahan bekerja selama waktu yang 63 tahun tanpa henti?Subhanallah…

Itulah tanda-tanda kebesaran sang Kholiq kita. dan tentu Allah tidak main-main dalam menciptakan makhluknya, bumi, alam semseta ini dan segala isinya. Sebagaiman firman surat Al-anbiya’ ayat 16: “Dan tidaklah Kami ciptakan Iangit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main”. Ini berarti Allah menciptakan semuanya selalu dengan kesungguhan dan tidak main-main

Dikala Allah menciptakan semua nya ini dengan kesungguhan, kita dapati justru manusia “mempermainkan” segala aturan-aturan Allah dan syari’atNya. Kita dapati justru manusia tidak “bersungguh-sungguh” mengemban amanah sebagai Kholifah di muka bumi ini. Pantaskah kita?

Bukankah kita sebagai seorang muslim, dituntut untuk selalu mentaati, mencontoh suri tauladan kita Nabi Muhammad dan para sahabat yang menjalani semua aktivitasnya dengan penuh kesungguhan?

Banyak cerita-cerita hebat tentang kesungguhan yang sungguh benar-benar luar biasa yang dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabat dan salafus shalih. Mus’ab bin umair salah satunya, karena kesungguhan dakwah beliau, Islam diterima di Madinah, ratusan bahkan ribuan penduduk Madinah masuk Islam mengucap “Asyhadu anlaailaha Illallah, wa asyhadu anna muhammmadarrosulullah”. Padahal kalau kita ingat, siapa Mus’ab bin umair itu?ia adalah sosok pemuda yang gagah, tegap dan keturunan bangsawan, tapi setelah masuk Islam, setelah mengucap syahadat, dia di benci, di hina bahkan di musuhi oleh Ibunya dan keluarganya sendiri. Tapi dengan penuh kesungguhan, Mus’ab bin Umair pun tegar di jalan dakwah Islam. Bagaimana dengan kita? Wallahu ‘’alam bis showab. (zuhrie: dari berbagai sumber).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s