Resensi Buku: Kritik Atas Studi Qur’an Kaum Liberal

Oleh: Ipmawan Zuhrie (Kabid PIP IPM Mojokerto)

Hermeneutika dalam sejarahnya adalah sebuah metode penafsiran atas teks-teks bible yang digunakan oleh orang-orang kristen. Hingga kemudian hermenutika ini menginfiltrasi disebagian kalangan intelektual muslim dalam menafsirkan nash-nash baik itu Al-Qur’an maupun Al-Hadis. Metode ini sangat tidak relevan sekali dalam menafsirkan nash-nash. Hemenutika bak “alat buldoser” sebagai upaya untuk menghancurkan pemahaman Islam melalui agenda sekularisasi dan liberalisasi masyarakat Muslim dangan cara menggusur dan mengkooptasi ajaran-ajaran islam yang baku dan permanen agar kompatible dengan pandangan hidup dan nilai-nilai barat yang sekular.
.Hermeneutika ini kemudian berkembang dan melekat kepada kurikulum Islami studies di perguruan-perguruan tinggi Islam. Sejak era Munawar Sadzali di departemen agama tahun 1980 di dukung pula Harun Nasution dengan IAIN Jakarta, sederet nama tokoh-tokoh para penganjur hermeneutika tiba-tiba menjadi sebuah tren dalam kajian-kajian islamic studies di perguruan-perguruan tinggi islam, sebut saja:
Hassan Hanafi dengan hermeneutika fenomenologi nya, Nasr Hamid Abu zayd dengan hermeneutika sastra kritis nya, Muhammad Arkeun dengan hermenutika nalar islam, Fazlur rahman dengan hermenutika double movement, Muhammad Syahrur dengan hermeneutika linguistik fiqh perempuan, Fatimah merinisi, riffat hasan dan aminah wadud dengan hermenutika gender nya. Pemikiran pemikiran sesat ini lah yang meracuni dan membius mahsiswa dan dosen di lingkungan perguruan tinggi Islam baik itu negeri maupun swasta di nusantara.
Semoga buku yang dikarang oleh Fahmi Salim MA yang sebenarnya ini adalah tesis dalam memperoleh gelar di Universitas Al-Azhar Kairo ini mennjadi sebuah media pencerahan bagi para intelektual muslim, para ulama, mahasiswa dan dosen yang mempunyai i’tikad baik untuk membendung arus liberalisasi dan sekularisasi yang digagas oleh sebagian kelompok muslim dengan menggunakan metode hermenutika dalam menafsirkan nash-nash Al-Qur’an dan Hadist. Selamat membaca!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s