MAA FARQUN BAYNAL HADLARAH WAL MADANIYAH ?

Oleh: Ipmawan Zuhrie (Kabid PIP IPM Mojokerto)

Maa farqun baynal hadlarah dan madaniyah? (artinya: apa perbedaan antara hadharah dan madaniyah). Mungkin bagi kita yang masih awan dengan dua istilah ini, pasti bertanya-tanya, apa sih itu hadlarah dan apa itu madaniyah?Nah, semoga tulisan saya ini bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan teman-teman semuanya. Bismillahirrohmanirrohim.


Definisi
Hadlarah hiya majmu’ul mafahimi ‘anil hayah, hadlarah adalah sekumpulan mafahim (ide yang di anut dan mempunyai fakta) tentang kehidupan.

Wal madaniyatu hiya asykalul maadiyah li asyaa’il makhsusati, allati tusyta’malu biha fi su’unil hayah. Madaniyah adalah bentuk-bentuk fisik dari benda-benda yang terindra yang digunakan dalam berbagai aspek kehidupan.

Teman-teman kalau dilihat dari sifatnya, hadlarah itu bersifat khusus (khos) dan ini terkait dengan pandangan hidup. Contoh dari hadlarah: Hadlarah Islam, Hadlarah Kristen, Hadlharah Sosialisme, Hadlarah Kapitalisme, dan lain sebagainya. Dalam hal ini sebagai seorang muslim, sebagai seorang mukmin kita dilarang untuk mengambil selain dari hadlarah Islam. Dan hadharah diluar islam adalah hadlarah yang lahir dari pemisahan agama dengan kehidupan (fashluddin ‘anil hayah)

Kalau madaniyah dipandang dari sifatnya itu ada 2, teman-teman. Yakni madaniyah yang sifatnya khusus dan ada madaniyah yang sifatnya umum. Madaniyah yang sifatnya khusus ialah madaniyah yang lahir dari hadharah, kalau kita berangkat dari definisi madaniyah di atas tadi bahwa madaniyah adalah bentuk-bentuk fisik dari benda-benda yang terindra dan digunakan dalam aspek kehidupan, sebenarnya banyak sekali contohnya, misal lambang salibnya orang kristen, lambang bintang yahudi dan zionisme, simbol patung-patung dll. Kita tidak boleh mengambilnya, karena ini terkait dengan konsekuensi keimanan kita.

Sedangkan madaniyah yang bersifat umum miik seluruh ummat, ini biasanya lahir dari hasil atau produk ilmu pengetahuan dan teknologi/industri, misal mobil, sepeda, komputer, handphone dll, meskipun semuanya dari Barat kita boleh mengambilnya.

Studi Kasus: Cerita Kyai dari Magelang di adegan Film Sang Pencerah

Tentunya teman-teman masih ingat salah satu adegan lucu di film sang pencerah kan? Sedikit mereview, saat itu Kyai Haji Ahmad Dahlan (Pendiri Muhammadiyah) mendirikan sebuah sekolah untuk kaum mustadh’afin, beliau merombak sedemikian rupa rumahnya untuk dijadikan sekolah, tapi suatu saat datanglah seorang kyai dari Magelang ke sekolah yang baru di dirikan Kyai Dahlan dengan marah-marah:

Kyai Magelang            : ”Hai Dahlan, kenapa kamu mendirikan sekolah ini, ini kan

pakai peralatannya orang-orang kafir,”

Kyai Dahlan                : “Maksudnya kyai bagaimana, saya tidak mengerti”.

Kyai Magelang            : “Lha ini, ini, ini, ini, apa kalau ini bukan peralatannya orang kafir”  (kata kyai dari magelang tsb sambil menunjuk kepada bangku, papan tulis sekolah yang baru saja kyai dahlan dirikan)

Kyai Dahlan                : “Sebentar kyai, kalau boleh bertanya, dari magelang sampai ke tempat saya, kyai naik kereta apa jalan kaki?”

Kyai Magelang            : “hanya orang bodoh yang jalan dari magelang kesini dengan jalan kaki, ya aku naik kereta to” jawab kyai tersebut dengan lugas dan jelas.

Kyai Dahlan                :”Kyai, apakah kereta itu bukannya peralatannya orang kafir, hanya orang bodoh yang mengatakan bahwa kereta itu bukan peralatannya orang kafir” tanya balik kyai dahlan.

Lalu dengan reaksi muka merah, kyai dari magelang tsb berkata

Kyai Magelang            :”wis, wis ayoh muleh,” seraya mengajak salah satu pendamping nya untuk keluar dan pulang.

(review salah satu adegan di film sang pencerah)

Teman-teman yang di muliakan oleh Allah, dari contoh cerita dari film sang Pencerah tsb, kita bisa memahami bahwa kereta api, bangku, papan tulis, kapur dll yang digunakan di sekolah kyai haji ahmad dahlan adalah tergolong madaniyah yang bersifat umum, dan ini meskipun berasal dari orang-orang kafir dan kita boleh mengambilnya dan memakainya.

Apa yang tidak boleh kita ambil dan apa yang boleh kita ambil?

  1. Hadlarah yang bukan berasal dari islam: Hadlarah Sosialisme, Hadlarah Kapitalisme, Hadlarah Sekularisme, Hadlarah Pluralisme dll, kita tidak boleh mengambilnya.
  2. Madaniyah Khosh (Khusus): yakni madaniyah yang lahir dari hadlarah, misal lambang salib agama kristen dll, lambang zionisme, lambang iluminati dll. Ini kita tidak boleh mengambilnya.
  3. Madaniyah yang sifatnya am (umum): yakni madaniyah yang lahir dari hasil atau produk ilmu pengetahuan dan teknologi: contoh Laptop, komputer, HP, Mobil, Kerta api dll. Nah kalau ini kita bebas menggunakannya, karena ini terkait dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan ini milik semua umat.

Demikian penjelasan saya terkait perbedaan antara hadlarah dan madaniyah. Semoga bermanfaat, wallahu ‘alam bis showab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s