TITIK TEMU ANTARA ‘PEMIMPIN’ DAN SANDAL JEPIT (DALAM SEBUAH DISKURSUS)

Sobat IPM, saat  kita berjalan di sebuah jalan yang beraspal atau pasir di siang hari pasti kita bisa merasakan panas jikalau kita bertelanjang kaki (tanpa alas kaki/sandal). Atau pun saat kita kondisi lingkungan dingin yang menyengat, pasti sel-sel syaraf perasa yang ada di kaki kita, sangan peka terhadap rangsangan yang berupa panas atau dingin tsb. Dan tidak hanya rasa panas dan dingin saja kiranya, kaki kita akan merasakan sakit jikalau kita tidak senganja menginjak paku, pecahan kaca, jarum atau yang lainnya. Maka dari itulah, sebagai manusia yang di anugrahi oleh Allah dengan akal yang sehat, maka manusia bisa berfikir (berfikir menandakan eksistensi akal) sehingga di buatlah sandal/ alas kaki oleh manusia. Seperti yang kita tahu bahwasannya dahulu, saat manusia belum maju teknologinya, kata mbah saya, alas kaki itu terbuat dari kayu (bahasa keren: bakiak ^_^  hehe). Kemudian seiring dengan berkembangannya teknologi, di buatlah sandal (alas kaki yang terbuat dari karet atau sejenisnya). Kini sandal pun jug bentuknya bermacam-macam, dahulu kita mengenal sandal jepit standard, dengan warna putih biasa. Tapi kini modifikiasi sandal pun kian beragam macamnya, dari yang terbuat dari kain dengan motif dan warna yang bermacam-macam, hingga ada yang bentuknya seperti buah pisang, bulan, matahari, hello kity dll. Tapi dari sekian banyak ragam dan bentuk sebuah sandal jepit, satu yang bisa kita tarik kesimpulan ialah nilai fungsi yang terkandung di dalamnya. Yakni melindungi kaki kita dari panas, dingin, paku, pecahan kaca, jarum dll

Kalau kita bicara pemimpin, menurut wikipedia, bahwa pemimpin ialah seorang yang memimpin sebuah organisasi atau perkumpulan dimana dia bertanggung jawab segalanya atas anggota-anggota atau bawahannya. Dalam sebuah organisasi kita IPM katakanlah, pasti terdapat seorang pemimpin. Yang dimana seorang pemimpin itu mempunyai tanggung jawab yang besar, mengayomi anggota-anggota di bawahnya, mengatur, menggerakkan roda organisasi dari A-Z hingga tetek bengeknya organisasi. Jadi posisi atau kedudukan sorang pemimpin di dalam sebuah organisasi  sangat vital dan urgen. Selain itu juga, pempimpin itu juga harus mempunyai rasa tanggung jawab untuk melindungi anggota-anggotanya. Sebagai mana diunyatakan dalam sebuah hadis, “al-imamu junnah” (seorang imam atau pemimpin itu laksana perisai). Sobat IPM, apakah kamu pernah baca kisah nya Kholifah Umar Bin Khattab nggak? yang keluar malam-malam untuk melihat keadaan rakyatnya yang kemudian beliau bertemu dengan sorang ibu yang menanak batu, supaya anak-anaknya diam dan tertidur. Subhanallah. Kholifah umar bin khattab saat mengetahui akan hal tersebut, langsung saja beliau bergegas ke baitul mal, untuk mengambil beberapa karung gandum dan sejumlah dinar untuk di berikan kepada ibu tadi. Ini memuktikan bahwa pemimpin itu sangat melindungi anggota/bawahan/rakyat yang dipimpinnya.

Setelah mendeskripsikan keduanya, saya mengambil kesimpulan bahwasannya telah terdapat titik temu antara sosok pemimpin dan sebuah sandal jepit, yang dimana keduanya terdapat persamaan fungsi, yakni melindungi apa-apa yang menjadi tugasnya. Sandal jepit melindungi kaki, sementara pemimpin melindungi anggota-anggotanya atau bawahannya. Wallahu ‘alam bisshowab. [by ipmawan zuhri.@kabid pip_ipm_mojokerto]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s