31 SEBAB LEMAHNYA IMAN: KURANG IKHLAS

Allah SWT. Berfirman :

Firman-Nya yang lain :

Ibnu Abbas berkata; “Artinya adalah bahwa yang dapat sampai ke Allah adalah niat (dari orang yang melakukan hal itu).” Dan nilai suatu perbuatan amat tergantung pada niat, barang siapa yang baik niatnya maka perbuatannya itu akan menjadi baik dan ia pasti teguh, terhindar dari kelemahan, dan terhindar dari fitnah dalam keberagaman; dan ia akan terhindar kesesatan dan penyimpangan, sebagaimana firman Allah :


Diriwayatkan bahwa Umar bin Khattab berkata, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya pekerjaan-pekerjaan itu tergantung pada niat-niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan (ganjaran perbuatannya) sesuai dengan apa yang dia niatkan.”

Ikhlas adalah pujian dan hinaan manusia sama nilainya disisimu, dan kesepadanan antara yang lahir dan yang batin pada dirimu. Pada zaman ini keikhlasan merupakan barang langka (tidak ada yang memilikinya), kecuali bagi mereka yang dirahmati Allah, apa lagi ditengah kehidupan yang penuh tipu daya, lemahnya muraqabah (mawas diri) dan keyakinan.

Terkadang seseorang yang telah ber-iltizam atatu telah bersikap konsisten hingga ia termasuk dalam golongan orang yang konsisten. Akan tetapi tujuannya bukan untuk konsisten itu sendiri dan tidak pula bertujuan untuk mendapat Ridha Allah, melainkan ia memiliki maksud-maksud lain yang dengan cepat akan menghancurkan sikap konsistennya itu, karena ia tidak mengharapkan Allah dan akhirat.

Abu Al-Qasim Al-Qusyairi, “Ikhlas itu adalah memusatkan niat dalam melaksanakan ketaatan hanya kepada Allah SWT semata. Yaitu melakukan ketaatan hanya bermaksud untuk taqarrub kepada Allah SWT, tiada maksud lain, seperti : untuk mendapatkan perhatian, pujian manusia atau tujuan-tujuan lain yang bukan untuk mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SWT.

Sahal bin Abdullah At-Tasatturi berkata, “Orang-orang bijaksana ketika menafsirkan ikhlas maka mereka tidak mendapatkan selain pengertian bahwa hendaknya bergerak atau berdiamnya seseorang dalam situasi terlihat ataupun tersembunyi adalah hanya karena Allah SWT semata, tidak dinodai oleh hawa nafsu ataupun dorongan duniawi.

Maka barang siapa mendambakan keselamatan di Dunia dan di akhirat maka hendaknya ia bersikap ikhlas dan terus menerus mengawasi niatnya, karena hanya dengan sikap itulah suatu pekerjaan memiliki nilai ibadah; pekerjaan sedikit (kecil) yang disertai keikhlasan itu lebih baik daripada pekerjaan banyak yang hampa keikhlasan.

(Buku “31 Sebab Lemahnya Iman” karya “Husain Muhammad Syamir”)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s